Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan menerbitkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan Sumatra Utara dan sekitarnya.
Peringatan dini ini berlaku mulai Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Prakirawan BMKG Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menjelaskan, dinamika atmosfer menunjukkan pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar 6 hingga 20 knot.
Sementara itu, di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan mencapai 8 hingga 25 knot.
”Kondisi pola angin tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang di beberapa titik perairan barat Sumatra hingga wilayah Kepulauan Nias,” ujar laporan resmi BMKG Belawan.
Sebaran Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi
Berdasarkan analisis meteorologi maritim, BMKG membagi area terdampak ke dalam dua kategori tingkat ketinggian gelombang:
1. Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 Meter)
Ketinggian gelombang pada kategori ini berpeluang terjadi di:
Perairan Barat Sumatra Utara
Perairan Timur Kepulauan Nias
Perairan Barat Kepulauan Nias
Perairan Kepulauan Batu
Perairan Barat Kepulauan Batu
2. Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 Meter)
Potensi gelombang tinggi hingga 4 meter diperkirakan terjadi di:
Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias
Imbauan Keselamatan Pelayaran
BMKG meminta seluruh pengguna jasa transportasi laut, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi risiko keselamatan pelayaran, dengan memperhatikan batasan teknis armada berikut:
Perahu Nelayan: Berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter.
Kapal Tongkang: Berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kapal Ferry / Penyeberangan: Berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Masyarakat dan pelaku industri maritim diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi melalui saluran komunikasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan. (NC03)
