Medan – Masyarakat Sumatera Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang diperkirakan masih mendominasi kondisi cuaca dalam sepekan ke depan, 7 hingga 14 September 2026.
Berdasarkan prospek cuaca mingguan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, potensi hujan lebat hingga sangat lebat dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Di antaranya aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin dan konvergensi angin di wilayah Pantai Barat hingga Lereng Timur Sumatera Utara, serta anomali Suhu Muka Laut (SST) yang hangat.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan kategori sedang hingga sangat lebat juga telah tercatat di sejumlah daerah. Pada 1 September 2026, Pos Hujan Tanjung Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mencatat curah hujan 65 milimeter per hari.
Sehari kemudian, pada 2 September 2026, curah hujan di BBMKG Wilayah I Medan, Kota Medan, mencapai 112 milimeter per hari. Sementara Stasiun Klimatologi Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang mencatat 53,6 milimeter per hari.
Curah hujan tinggi kembali terjadi pada 3 September 2026. Pos Hujan Si Empat Rube Resdes, Kabupaten Pakpak Bharat, mencatat 131,5 milimeter per hari.
Pada 4 September, Pos Hujan Tanjung Langkat, Kabupaten Langkat, mencatat 107 milimeter per hari. Kemudian pada 5 September, Pos Hujan Pancur Ridho, Kabupaten Langkat, mencatat 88 milimeter per hari.
Kondisi semakin menunjukkan tingginya potensi hujan pada 6 September 2026. AAWS Hinai Langkat mencatat curah hujan 141,6 milimeter per hari, Stasiun Geofisika Deli Serdang mencapai 136,5 milimeter per hari, sedangkan Pos Hujan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, mencatat 114 milimeter per hari.
BBMKG menjelaskan, potensi pertumbuhan awan hujan di Sumatera Utara masih terbentuk akibat adanya belokan angin di Samudera Hindia Barat Sumatera dan konvergensi angin dari Pantai Barat hingga Pantai Timur Sumatera Utara.
Faktor lainnya adalah anomali Suhu Muka Laut (SST) yang hangat serta indeks labilitas atmosfer yang berada dalam kondisi labil.
Kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif pada siang hingga malam hari. Dampaknya, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat secara lokal.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Kota Pematangsiantar, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Kota Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas sehari-hari tetap berlangsung aman dan lancar.
Masyarakat juga diminta merujuk informasi cuaca dari BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang berasal dari sumber tidak resmi.
Para kepala daerah di Sumatera Utara turut diimbau berkoordinasi dengan BPBD, TNI dan Polri di wilayah masing-masing untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BBMKG Wilayah I Medan melalui media sosial @infobmkgsumut.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi layanan informasi BBMKG Wilayah I Medan melalui call center 0821-6804-3653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id.
Prospek cuaca mingguan tersebut disampaikan Tim Meteorology Early Warning System di Medan pada 7 September 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi cuaca ekstrem. (NC01)
