SDN Srengseng Sawah 15 Jakarta Selatan Diteror Ancaman Bom, Terduga Pelaku Diamankan

Jakarta – SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendapat ancaman teror bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Peneror menyampaikan ancaman tersebut kepada seorang guru melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan sekolah dan mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15.

Ancaman tersebut membuat kegiatan MPLS hari pertama dihentikan. Kepolisian bersama Tim Gegana kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi sekaligus menyelidiki sumber pesan ancaman. Namun, polisi tidak menemukan bom di lokasi.

Saat ini, Polisi telah berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial MY (34). “Pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Polisi belum memerinci lebih jauh terkait kronologi penangkapan pelaku. Saat ini pelaku masih diperiksa di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Budi menambahkan, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Ancaman tersebut dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp dan diterima oleh seorang guru serta petugas tata usaha (TU) sekolah. Pelaku juga sempat melakukan panggilan tidak terjawab (missed call) setelah pesan yang dikirim tidak mendapat balasan. Dalam pesannya, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di seluruh area SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Hingga pemeriksaan berlangsung, tidak ditemukan adanya bom di lokasi.

Sedangkan Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan, ancaman tersebut dikirim saat siswa dan guru tengah mengikuti upacara pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Pesan baru diketahui setelah upacara selesai, kemudian langsung dilaporkan kepada kepolisian.

“Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah,” jelasnya. (NC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *