Gunung Sinabung Erupsi, DPRD Sumut Minta Warga Erupsi

Medan – Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Frans Dante Ginting dan Salmon Sumihar Sagala SE, mengimbau masyarakat Kabupaten Karo tetap waspada menyusul kembali erupsinya Gunung Sinabung, Senin (31/8/2026).

Keduanya meminta masyarakat tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan, terutama terhadap potensi dampak abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Menurut Frans Dante Ginting dan Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Senin (31/8), di sela-sela Rapat Kerja (Raker) DPRD Sumut di Hotel Niagara Parapat, erupsi Gunung Sinabung terjadi sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.

Kondisi tersebut, kata mereka, harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya masyarakat yang berada di kawasan yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Frans Dante Ginting mengatakan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dengan menghindari wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Warga juga diminta tidak mendekati kawasan puncak maupun desa-desa yang telah direlokasi.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Patuhi seluruh imbauan dan rekomendasi dari PPGA Sinabung, PVMBG dan pemerintah daerah,” ujar Frans.

Frans menyebutkan, dirinya juga telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan terkini aktivitas Gunung Sinabung.

Sementara itu, Salmon Sumihar Sagala menambahkan, Pemerintah Kabupaten Karo bersama seluruh unsur terkait perlu memastikan informasi mengenai perkembangan erupsi dapat diterima masyarakat secara cepat, jelas dan akurat.

Menurutnya, kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan, terutama apabila arah sebaran abu vulkanik berubah dan mendekati permukiman warga.

Politisi PDI Perjuangan itu turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan. Abu vulkanik yang terhirup dapat mengiritasi hidung, tenggorokan dan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

“Kalau abu vulkanik mulai turun, masyarakat sebaiknya menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah dan menghindari menghirup abu secara langsung. Mata juga perlu dilindungi bila kondisi abu cukup tebal,” katanya.

Frans dan Salmon juga meminta pemerintah serta petugas terkait terus memantau kualitas udara, arah sebaran abu dan kondisi masyarakat. Distribusi masker serta kebutuhan dasar lainnya, kata mereka, perlu dipersiapkan apabila hujan abu meluas ke permukiman.

Wakil Ketua dan anggota Komisi B DPRD Sumut tersebut mengajak masyarakat Karo dan wilayah sekitarnya tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Mari bersama-sama mengikuti perkembangan informasi resmi dan jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya. (NC01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *