Medan – Wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh diguncang serangkaian gempa bumi pada Rabu (22/7/2026). Berdasarkan data BMKG, aktivitas gempa diawali dengan gempa bermagnitudo 3,8, kemudian disusul gempa utama bermagnitudo 5,6 serta beberapa gempa susulan.
Berikut kronologi gempa berdasarkan waktu kejadian:
Pukul 11.15.59 WIB, terjadi gempa bermagnitudo 3,8. Episenter berada di 4,23 LU – 97,48 BT, sekitar 30 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer.
Pukul 11.18.23 WIB, BMKG semula merilis gempa bermagnitudo 4,8 di lokasi 4,15 LU – 97,45 BT, sekitar 21 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, kedalaman 10 kilometer.
Beberapa saat kemudian, BMKG memperbarui data gempa tersebut menjadi magnitudo 5,6. Episenter berada di 4,25 LU – 97,62 BT, sekitar 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman 10 kilometer.
Pukul 11.26.51 WIB, terjadi gempa susulan bermagnitudo 3,9. Lokasinya berada di 4,17 LU – 97,42 BT, sekitar 22 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman 10 kilometer.
Selanjutnya, Pukul 11.41.09 WIB, kembali terjadi gempa susulan bermagnitudo 4,3. Episenter berada di 4,19 LU – 97,46 BT, sekitar 26 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dengan kedalaman 4 kilometer.
Berdasarkan pembaruan BMKG, gempa utama bermagnitudo 5,6 dirasakan di berbagai daerah dengan intensitas berbeda.
Di Aceh Tenggara guncangan dirasakan mencapai IV MMI. Sementara di Aceh Barat Daya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues dirasakan pada skala III-IV MMI.
Di Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang, gempa dirasakan pada skala III MMI, sedangkan di Langsa, Pidie, dan Pidie Jaya dirasakan pada skala II MMI.
Hingga informasi ini disampaikan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. (NC01)
