Karhutla Masih Mendominasi, Cuaca Ekstrem di Subang Sebabkan Satu Korban Jiwa

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode Selasa (14/7) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (15/7) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih mendominasi kejadian di sejumlah daerah.

Di Provinsi Jawa Timur, karhutla terjadi di Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada Selasa (14/7). Kebakaran menghanguskan sekitar empat hektare lahan tebu. Berkat penanganan cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Selatan, dua kejadian karhutla dilaporkan terjadi di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Di Banjarbaru, kebakaran melanda Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, serta Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin. Api membakar semak belukar dengan total luas sekitar 12,6 hektare yang diduga dipicu cuaca panas dan kering.

BPBD setempat berhasil memadamkan api di Kelurahan Cempaka pada hari yang sama. Sementara di Kelurahan Landasan Ulin Timur, petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman.

Masih di Kalimantan Selatan, karhutla juga terjadi di Kelurahan Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Kebakaran menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Meski demikian, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Di Provinsi Aceh, karhutla melanda Desa Gayo Murni, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (14/7) sekitar pukul 17.15 WIB. Kebakaran menghanguskan lahan seluas satu hektare. Penyebab kejadian masih diselidiki, namun api berhasil dipadamkan pada Selasa petang.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian cuaca ekstrem di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang merusak sejumlah fasilitas umum serta mengakibatkan satu warga meninggal dunia.

BPBD Kabupaten Subang telah mengevakuasi korban dan melakukan pembersihan pohon serta ranting yang tumbang guna memulihkan kondisi di lokasi terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Abdul Muhari, upaya pengurangan risiko bencana melalui pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan perlu terus dioptimalkan agar penanganan bencana dapat berlangsung lebih efektif.

“BNPB selalu mendorong kolaborasi multipihak dalam setiap penanganan bencana dan kesiapsiagaan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7). (NC01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *