Berlangsung di Semarang, Persiapan MTQ Nasional XXXI Sudah 100 Persen

Jakarta – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI akan berlangsung di Semarang, 11–20 September 2026. Ajang ini diikuti ribuan peserta dan kafilah dari 37 provinsi di Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, penyelenggaraan MTQ juga menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan peserta dan kafilah yang hadir membawa kekhasan daerah masing-masing dalam semangat yang sama untuk membumikan Al-Qur’an.

“Para peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia. MTQ menjadi ruang untuk mempertemukan keberagaman itu sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa,” tuturnya saat menerima laporan persiapan MTQ Nasional dalam lingkup Kemenag yang disampaikan oleh Direktur Penais Ditjen Bimas Islam, Selasa (8/9/2026).

Menag berharap MTQ Nasional XXXI tidak hanya meninggalkan prestasi bagi para peserta, tetapi juga memberi dampak bagi kehidupan keagamaan masyarakat. “Yang kita harapkan bukan hanya lahirnya para juara, tetapi semakin tumbuhnya generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Itulah substansi yang harus terus kita kuatkan melalui MTQ,” pesan Menag.

Setelah 47 tahun, Semarang kembali menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional.  Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kembalinya MTQ Nasional ke Semarang menjadi momentum untuk memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus menghadirkan nilai-nilainya semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

“MTQ bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan Al-Qur’an kepada masyarakat dan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Menag.

Persiapan Kemenag Capai 100%

Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, memastikan persiapan penyelenggaraan yang menjadi lingkup Kementerian Agama telah rampung.

“Persiapan MTQ Nasional dalam lingkup Kementerian Agama sudah mencapai 100 persen. Kami siap menyambut pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026,” ujar Muchlis.

MTQ Nasional XXXI tercatat akan dihadiri 7.338 orang dari berbagai daerah. Sebanyak 37 provinsi mengirimkan kafilah lengkap untuk mengikuti gelaran nasional tersebut. Dari jumlah itu, terdapat 2.242 peserta lomba yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Penyelenggaraan kompetisi juga melibatkan 156 dewan hakim dan tujuh pengawas.

Selain peserta dan dewan hakim, sebanyak 2.833 ofisial, anggota kafilah, dan pendamping akan hadir. MTQ Nasional XXXI juga dijadwalkan dihadiri 246 pejabat pusat dan daerah, 1.844 undangan lainnya, serta 50 tamu negara. Kompetisi akan mempertandingkan delapan cabang dan 24 golongan lomba. Sebanyak 5.257 butir soal telah tersedia untuk mendukung pelaksanaan seluruh cabang yang dipertandingkan.

“Sebanyak 5.257 butir soal telah tersedia dari delapan cabang dan 24 golongan lomba yang dipertandingkan. Seluruh persiapan dalam lingkup Kementerian Agama telah kami tuntaskan untuk mendukung kelancaran MTQ Nasional,” jelas Muchlis.

Layanan Kafilah dan Kesehatan Disiapkan

Selain kesiapan perlombaan, penyelenggara juga menyiapkan layanan bagi kafilah selama berada di Semarang. Sebanyak 190 ASN dari 38 perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah dilibatkan sebagai Liaison Officer (LO), mulai dari proses kedatangan hingga kepulangan kafilah.

Pendampingan juga diperkuat melalui keterlibatan 35 Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Mereka akan mendampingi kafilah selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI sekaligus mendukung kebutuhan koordinasi dan layanan di lapangan.

Layanan bagi kafilah mencakup pendampingan kedatangan, transportasi, akomodasi, hingga mobilitas menuju lokasi-lokasi musabaqah. Panitia juga telah menyiapkan buku panduan yang memuat informasi teknis pelaksanaan MTQ Nasional, mulai dari agenda acara, lokasi venue, hingga layanan yang dapat diakses selama kegiatan.

Aspek kesehatan turut menjadi bagian dari kesiapan penyelenggaraan. RSUP Dr. Kariadi Semarang ditetapkan sebagai rumah sakit pusat rujukan dengan pelayanan selama 24 jam pada 11–20 September 2026.

Layanan tersebut diperkuat jaringan rumah sakit pendukung yang berada di sekitar lokasi kegiatan, yakni RS Nasional Diponegoro, SMC RS Telogorejo, RS KRMT Wongsonegoro, dan RSUD Dr. Adhyatma MPH Tugurejo.

Panitia juga menyiapkan tim kesehatan di sekretariat dan hotel penginapan, ambulans di sejumlah titik strategis, mini ICU untuk mendukung kebutuhan protokoler, serta pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tempat registrasi peserta.

Untuk memastikan keamanan konsumsi selama penyelenggaraan, layanan kesehatan juga mencakup uji sampel makanan dan pengawasan makanan, disertai penyiapan prosedur rujukan bagi peserta maupun kafilah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. (NC01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *