Empat Petugas Karhutla di Bromo Gugur, Dua Luka Bakar

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan duka cita atas meninggalnya empat petugas yang bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

Keempat korban jiwa itu adalah petugas Balai Besar TNBTS bernama Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata dari petugas TNBTS. Kemudian Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) yang merupakan sekuriti hotel di sekitar lokasi kejadian.

Dua petugas lainnya mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan medis intensif.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D menyampaikan, penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian para petugas yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan untuk melindungi lingkungan dan menjaga kelestarian ekosistem.

Dalam siaran pers BNPB, Sabtu (17/10/2026), disebutkan bahwa penanganan karhutla di kawasan tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi medan, perubahan arah angin, hingga perkembangan titik api yang dinamis.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas dalam setiap operasi penanggulangan bencana.

BNPB menekankan perlunya penilaian risiko yang cermat, pemantauan kondisi lapangan secara berkelanjutan, kesiapan jalur evakuasi, serta komunikasi dan koordinasi yang efektif antarpetugas maupun antarinstansi.

Pengambilan keputusan di lapangan juga harus mempertimbangkan perkembangan api, arah dan kecepatan angin, karakteristik medan, serta potensi bahaya yang mengancam keselamatan petugas. Kesiapan sarana pendukung dan prosedur evakuasi turut menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko selama operasi berlangsung.

Selain itu, BNPB menilai penanggulangan karhutla membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah, petugas pemadam, pengelola kawasan konservasi, aparat terkait, relawan, dan masyarakat.

Upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui pengawasan kawasan rawan kebakaran, pemantauan titik api, edukasi masyarakat, serta peningkatan sistem peringatan dini dan kesiapan respons darurat.

BNPB berharap keluarga petugas yang gugur diberikan kekuatan dan ketabahan. Sementara itu, dua petugas yang mengalami luka bakar diharapkan segera pulih.

“Perlindungan terhadap lingkungan harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap para personel yang berada di garis depan penanganan bencana,” demikian pesan Berton dalam siaran pers tersebut. (NC01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *