Laptop Rusak Hambat Kuliah, Angela Natalia Terharu Rico Waas Tepati Janji

Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan laptop baru kepada Angela Natalia Zaluku, mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (27/10/2026). Bantuan tersebut diberikan setelah Angela mengeluhkan laptop lamanya yang rusak dan menghambat aktivitas perkuliahan.

Laptop tersebut diserahkan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Medan, Arafat Syam, di lobi Balai Kota Medan. Penyerahan disaksikan kakak Angela.

Angela mengaku selama ini terkendala mengerjakan tugas kuliah karena kondisi keyboard laptop lamanya yang sudah tidak layak digunakan. Ia bahkan harus pergi ke warung internet (warnet) dan mengeluarkan biaya tambahan untuk menyelesaikan tugas.

“Laptop lama saya itu tombol-tombol keyboarnya sudah payah Pak, saya terkendala setiap mengerjakan tugas-tugas Pak,” kata Angela.

Mahasiswi semester V Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unimed, itu bersyukur karena Rico Waas menepati janjinya untuk membantu menyediakan laptop guna menunjang kegiatan perkuliahannya.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas yang telah memberikan laptop sesuai janji. Semoga laptop ini membantu kelancaran perkuliahan saya,” ujar Angela.

Bantuan tersebut bermula ketika Angela menghadiri penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu di Grand Kanaya Hotel, Medan, Jumat (23/10/2026). Saat itu, Angela menyampaikan kendala yang dihadapinya kepada Rico Waas.

Mendengar keluhan tersebut, Rico berjanji memberikan laptop. Beberapa hari kemudian, janji itu direalisasikan menggunakan uang pribadi Wali Kota Medan.

Bagi Angela, bantuan tersebut sangat berarti. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dan satu-satunya anggota keluarga yang saat ini menempuh pendidikan tinggi.

Ibunya merupakan ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya bekerja sebagai karyawan toko sepatu di kawasan Pusat Pasar Medan.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi hal berharga bagi Angela. Ia berharap laptop tersebut dapat membantunya menyelesaikan perkuliahan sekaligus memotivasinya untuk lebih giat belajar.

“Bantuan ini memotivasi saya untuk lebih giat belajar. Saya berterima kasih karena Bapak Wali Kota benar-benar memberikan perhatian terhadap pendidikan di Kota Medan,” tuturnya.

Angela berharap perhatian terhadap mahasiswa yang membutuhkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak muda memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dan meraih cita-cita. Ia juga mendoakan agar Rico Waas senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya.

Pemko Medan Alokasikan Rp3 Miliar untuk 245 Mahasiswa

Perhatian terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga diwujudkan Pemerintah Kota Medan melalui program bantuan biaya pendidikan pada 2026.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta agar kuota penerima bantuan pendidikan tersebut ditambah pada tahun mendatang. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda sehingga perlu mendapat perhatian lebih besar dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Ini harus ditambah lagi kuotanya tahun depan. Kalau untuk pendidikan harus ditambah. Masih banyak kok yang bisa diefisienkan untuk mendongkrak bantuan pendidikan seperti ini,” kata Rico.

Ia menegaskan, anggaran bantuan pendidikan merupakan uang rakyat yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Ini bukan uang saya. Uang rakyat. Kami hanya mengelolanya dan disalurkan secara tepat,” ujarnya.

Rico juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah berusaha menyekolahkan mereka hingga perguruan tinggi meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, bantuan pendidikan bukan sekadar dukungan finansial, melainkan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat persoalan biaya.

“Jangan sampai pendidikan generasi bangsa terputus karena ketiadaan biaya pendidikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, mengatakan program bantuan biaya pendidikan tersebut ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 5.

Pada 2026, Pemko Medan mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 245 mahasiswa. Besaran bantuan bervariasi dengan nilai maksimal Rp6 juta per semester.

Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mengurangi risiko mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan biaya.

Adapun persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal yang ditetapkan adalah 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,50 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).

Khoiruddin menyampaikan apresiasi atas perhatian Wali Kota Medan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Foto: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan bantuan laptop kepada Angela Natalia Zaluku untuk menunjang perkuliahannya. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *