Banjir Rendam 81 Rumah dan 20 Hektare Sawah di Padang Pariaman

RINGKASAN
  • Hujan deras dan angin kencang sejak Jumat (6/11/2026) menyebabkan tiga sungai meluap di Kabupaten Padang Pariaman, merendam sekitar 81 rumah, dua fasilitas ibadah, dan sekitar 20 hektare lahan pertanian serta mengganggu akses jalan provinsi Padang–Pasaman Barat.
  • Tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi; banjir mulai surut dan lalu lintas kembali normal. Warga membutuhkan terpal, selimut, kasur, perlengkapan kebersihan dan keluarga, serta bahan kebutuhan pokok.
  • BNPB juga mencatat karhutla sekitar 12 hektare di Morowali Utara dan 10 hektare di Kota Palopo, serta angin kencang di Kota Tasikmalaya yang berdampak pada 19 kepala keluarga dan merusak 19 rumah, satu fasilitas pendidikan, satu kafe, dan satu titik jalan.

Padang Pariaman – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Sumatera Barat sejak Jumat (6/11/2026) sore menyebabkan tiga sungai meluap dan memicu banjir di Kabupaten Padang Pariaman.

Luapan Sungai Batang Kamumuan, Sungai Batang Gasan, dan Sungai Batang Paingan mengakibatkan sekitar 81 unit rumah warga terendam. Banjir juga berdampak pada dua fasilitas ibadah dan sekitar 20 hektare lahan pertanian.

Selain itu, genangan air sempat mengganggu akses jalan provinsi Padang–Pasaman Barat yang melintasi tiga kecamatan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2026), menyampaikan bahwa tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi akibat kejadian tersebut.

Meski demikian, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk membantu masyarakat terdampak, di antaranya terpal, selimut, kasur, perlengkapan kebersihan, perlengkapan keluarga, serta bahan kebutuhan pokok.

Berdasarkan perkembangan terakhir, hujan telah reda dan banjir mulai surut. Arus lalu lintas di ruas jalan yang sebelumnya terdampak juga telah kembali normal.

Saat ini, masyarakat mulai membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa material lumpur akibat banjir.

Selain banjir di Sumatera Barat, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian bencana lainnya di Indonesia pada periode Jumat (6/11) hingga Sabtu (7/11/2026), pukul 07.00 WIB.

Di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 12 hektare lahan di Desa Korowou, Kecamatan Lembo, dan Desa Sampalowo, Kecamatan Petasia Barat.

Hingga Jumat, api di Desa Korowou berhasil dipadamkan, sedangkan pemadaman di Desa Sampalowo masih berlangsung dengan melibatkan personel Damkar, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pemerintah daerah setempat juga telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana karhutla hingga 21 Januari 2027.

Karhutla juga terjadi di Perbukitan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kebakaran yang dipicu kondisi lahan kering tersebut menghanguskan sekitar 10 hektare perkebunan warga.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Polisi Kehutanan, dan masyarakat berhasil memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan pada Jumat (6/11) pukul 17.44 WITA.

Sementara itu, angin kencang menerjang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (6/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Kejadian tersebut berdampak pada 19 kepala keluarga di Kecamatan Cipedes dan Indihiang.

Kerusakan tercatat pada 19 rumah warga, satu fasilitas pendidikan di SMK Bina Lestari, satu tempat usaha berupa kafe, serta satu titik jalan.

BNPB menyatakan penanganan dan asesmen dampak angin kencang oleh BPBD Kota Tasikmalaya telah selesai dilakukan.

BNPB terus memantau perkembangan situasi bencana di sejumlah daerah serta mendorong penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. (NC01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *